Hikmah Larangan Bernafas Ketika Minum

View previous topic View next topic Go down

Hikmah Larangan Bernafas Ketika Minum

Post by Admin on Tue Oct 30, 2007 8:38 pm

Hikmah Larangan
Bernafas Ketika Minum



((
عن ثمامة بن عبد الله، قال: كان أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه يتنفس في الإناء مرتين
أو ثلاثة مرات، وزعم أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتنفس ثلاثا )) صحيح البخاري،
في الأشربة 5631


Dari Tsumamah bin
Abdullah, "Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu ta'alaa anhu pernah bernafas
di dalam bejana dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi sallallahu alaihi
wa sallam pernah melakukan hal itu (HR. Bukhari, No. 5631)

Dari Abu Qatadah dan
bapaknya, Rasulullah bersabda, "Apabila salah seorang diantara kalian
minum, maka janganlah ia bernafas di bejana (gelas), dan jika salah seorang
dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan
tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan
kanannya (HR. Bukhari 5630)

Sebagian ulama mengatakan,
"Larangan bernafas di dalam bejana ketika minum sama seperti larangan
ketika makan dan minum, sebab hal itu bisa menyebabkan keluarnya ludah sehingga
bisa mempengaruhi kebersihan air minum tersebut. Dan keadaan ini apabila dia
makan dan minum dengan orang lain. Adapun bila ia makan sendirian atau bersama
keluarganya atau dengan orang yang tidak terganggu dengan caramu tersebut, maka
hal itu tidak mengapa." Aku ( Imam Ibn Hajar Al-Asqalani) berkata, "Dan
yang lebih bagus adalah memberlakukan larangan hadits Nabi tersebut, sebab
larangan itu bukan untuk menghormati orang yang layak dihormati ataupun untuk
mendapat penghargaan dari orang lain.... Berkata Imam Al-Qurthubi, "Makna
larangan itu adalah agar bejana dan air tersebut tidak tercemar dengan air
ludah atau pun bau yang tidak sedap". Fat-hul Bari, 10/94.

Demikianlah penjelasan
para ulama kita. Para pakar kontemporer pun telah berusaha mengorek hikmah atas
larangan tersebut. Mereka mengatakan, "Ini adalah petunjuk yang indah yang
diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam
menyempurnakan akhlaq. Dan apabila makan atau minum kemudian terpercik ludah
keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan
sebab munculnya sikap meremehkan, atau penghinaan. Dan Rasulullah adalah adalah
penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para
pendidik.

Bernafas adalah aktivitas
menghirup dan mengeluarkan udara; menghirup udara yang bersih lagi penuh dengan
oksigen ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana
mestinya; dan menghembuskan nafas adalah udara keluar dari paru-paru yang penuh
dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang
beterbangan di dalam tubuh dan keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas.
Gas-gas ini dalam persentase yang besar ketika angin dihembuskan, padanya
terdapat sejumlah penyakit, seperti pada toksin air kencing ... Maka udara yang
dihembuskan mengandung sisa-sisa tubuh yang berbentuk gas dengan sedikit
oksigen. Dari hal ini kita mengetahui hikmah yang agung dari larangan
Rasulullah; yaitu agar kita tidak bernafas ketika makan atau minum; akan tetapi
yang dibenarkan adalah minum sebentar lalu diputus dengan bernafas di luar
bejana, lalu minum kembali.

Rasulullah memberikan
wejangan tentang awal yang bagus dalam perintahnya tentang memutus minum dengan
bernafas sebentar-sebentar. Sebagimana sudah kita ketahui, bahwa seorang yang
minum 1 gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk
menutup/menahan nafasnya hingga ia selesai minum. Yang demikian karena jalur
yang dilalui oleh air dan makanan dan jalan yang dilalui oleh udara akan saling
bertabrakan, sehingga tidak mungkin seseorang akan bisa makan atau minum sambil
bernafas secara bersama-sama. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus memutus salah
satu dari keduanya. Dan ketika seseorang menutup/menahan nafasnya dalam waktu
lama, maka udara di dalam paru-paru akan terblokir, maka ia akan menekan kedua
dinding paru-paru, maka membesar dan berkuranglah kelenturannya setahap demi
setahap. Dan gejala ini tidak akan terlihat dalam waktu yang singkat. Akan
tetapi apabila seseorang membiasakan diri melakukan ini (minum dengan
menghabiskan air dalam satu kali tenggakan) maka ia akan banyak sekali meminum
air, seperti unta, dimana paru-parunya selalu terbuka.... Maka paru-paru akan
menyempitkan nafasnya manakala ia sedikit minum air, maka kedua bibirnya kelu
dan kaku, dan demikian juga dengan kukunya. Kemudian, kedua paru-parunya
menekan jantung sehingga mengalami dis-fungsi jantung (gagal jantung), kemudian
membalik ke hati, maka hati menjadi membesar (membengkak), kemudian sekujur
tubuh akan menggembur. Dan Demikianlah keadaannya, sebab kedua paru-paru yang
terbuka merupakan penyakit yang berbahaya, sampai para dokter pun menganggapnya
lebih berbahaya daripada kanker tenggorokan.

Dan Nabi Sallallahu alaihi
wassallam tidak menginginkan seorangpun dari ummatnya sampai menderita penyakit
ini. Oleh karena itu, beliau menasihati ummatnya agar meminum air seteguk demi
seteguk (antara dua tegukan dijeda dengan nafas), dan meminum air 1 gelas
dengan 3 kali tegukan, sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih
menyehatkan tubuh (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyyah fii Al-Islam, secara ringkas)

Sumber: Al-Arba'in Al-Ilmiah, Abdul Hamid Mahmud Thahmaaz

( 8 Ramadhan 1424 H / 3
November 2003 )

_________________

Admin
Admin
Admin

Male
Number of posts : 577
Age : 29
Location : In My ROomZZ
Registration date : 2007-10-28

Character sheet
games:

View user profile http://fk-unsyiah.forumotion.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum