Apakah itu berharga (David Mandel)

View previous topic View next topic Go down

Apakah itu berharga (David Mandel)

Post by Admin on Tue Oct 30, 2007 8:30 pm

Apakah itu berharga
(David Mandel)












Dahulu kala, ketika kami tinggal
di Eropa, ada seorang Yahudi miskin. Ia sepertinya tidak bisa hidup dengan
layak. Suatu ketika, ia dan keluarga miskinnya tidak memiliki apa-apa kecuali
utang. Mereka menjual ayam penghasil telur satu-satunya yang mereka miliki
untuk mendapatkan uang. Ketika uang mereka hanya bersisa 10 kopek (senilai
dengan beberapa dollar), ia memutuskan untuk meminta nasehat kepada Rabi.
Mungkin saja Rabi itu bisa membantunya.





Sang Rabi mendengar ia menceritakan
penderitaannya, kemalangannya, dan

kemudian Rabi berkata, "Semua di dunia ini dimulai dari Tuhan. Aku akan

memberikanmu berkatku semoga Tuhan membantumu. Pergilah, dan dengan sisa uangmu
ini, belilah barang pertama yang kau temukan. Dengan itu, Tuhan akan memberikan
bantuan dari surga dan kau akan menjadi makmur."





Pria itu berterima kasih kepada
Rabi dan meninggalkan rumah rabi itu. Ia menuju pasar desa. Ada beberapa
pedagang yang menjual barang dagangan mereka. Ia melihat seorang pedagang menjual
sebuah perhiasaan yang indah.





"Mungkin ini yang harus aku
beli," ia katakan pada dirinya sendiri.





Kemudian ia mendekati pedagang
itu, ia bertanya, "Kau memiliki perhiasaan yang sangat indah, juallah
kepadaku untuk 10 kopek."





"10 kopek, apakah kau gila??
Untuk 10 kopek, kau hanya bisa mendapatkan

kentang busuk! Perhiasanku bernilai lebih dari itu, bernilai ribuan

rubel!!!"





"Yang kumiliki hanya 10
kopek, dan aku ingin membeli sesuatu darimu," kata

pria itu. "Rabi mengatakan kepadaku untuk membeli suatu barang pertama

yang kutemukan untuk kubeli dan Tuhan akan membantuku dalam semua masalahku.
Apa yang bisa kau jual untukku?" Pedagang itu melihat pria

lugu itu dan memutuskan untuk mempermainkannya. "Kukatakan kepadamu,

teman. Aku merencanakan untuk menjualmasa depanku.

Mungkin kau tertarik?"





Tanpa ragu, pria miskin itu
mengeluarkan 10 kopek dari sakunya dan

memberikannya ke pedagang itu. Pedagang itu dengan senang hati mengambil uang
itu dan menuliskan sebuah nota kontan di sebuah kertas kemudian menyerahkan
kepada pria itu.





"Sepakat!" Pedagang
itu berkata, dan menjabat tangan pria itu. Pria miskin itu kemudian berlalu
bahagia, dengan menggegam secarik kertas di tangannya. Pedagang itu tidak bisa
menahan kegembiraannya dan mulai tertawa. Sore itu, ia tidak bisa menunggu
untuk mengatakan kepada istrinya mengenai mendapatkan uang dengan sangat mudah
dari orang miskin.














Istri pedagang itu, ternyata,
melihat suatu yang lain. Ia melihat jauh dari pemikiran pedagang itu, kemudian
ia mulai marah mendengar suaminya menjual bagian dari dirinya, yaitu masa
depannya. "Aku tidak mau tinggal dengan orang yang tidak memiliki masa
depan!" teriaknya kepada suaminya. "Pergi dan jangan pulang sampai
kau mendapatkan secarik kertas yang kau tulis itu!"





Pedagang itu, tampak ketakutan
terhadap murka istrinya, kemudian

meninggalkan rumah dan pergi mencari pria miskin itu.





Setelah menyusuri gang-gang
kecil, ia akhirnya menemukan pria miskin itu. "Dengarkan aku, aku sangat
menyesal aku membodohimu. Biarlah aku

mengembalikan uangmu dan kau mengembalikan secarik kertas itu, ok?".
"Tidak, aku cukup puas dengan transaksi itu. Kau tidak membodohiku,"
jawab pria itu.





"Dengar, aku beri kau 20
kopek, sungguh, aku sangat menyesal melakukan

transaksi ini."





"Tidak, tidak. Tidak apa-apa.
Aku belum siap untuk menjualnya. Aku yakin kalau aku akan mendapatkan uang
banyak."





Pedagang itu menyadari bahwa
pria itu tidak mungkin menjualnya dengan sangat murah, maka ia menaikkan
tawarannya. "Temanku, bagaimana kalau aku membuat penawaran yang tidak
bisa kau tolak. Aku akan memberikanmu 100 rubel untuk kertas itu. Sekarang,
sepertinya menarik kan? Tolong, jangan tolak penawaranku."





Pria miskin itu tidak tertarik.
"Aku membutuhkan 1000 rubel untuk membayar utang-utangku dan memulai hidup
baru. Jika kau bisa memberikan, maka aku akan menjualnya kepadamu. Jika tidak,
aku simpan kertas ini karena aku percaya Tuhan akan menolongku lewat kertas
ini."





Pedagang itu putus asa, 1000
rubel!!! Jumlah yang sangat besar. Tapi di lain pihak, kemurkaan dan penolakan
istrinya untuk tinggal bersama membuatnya menyetujui tawaran pria miskin itu.





Pedagang itu segera berlari
pulang dengan kertas di tangannya untuk

diperlihatkan kepada istrinya. "Aku telah menghabiskan 1000 rubel untuk

membeli kertas tidak berharga ini yang hanya bernilai 10 kopek. Hanya

untukmu!!" istrinya mengambil kertas itu dan pergi ke rumah Rabi.





"Rabi", kata wanita
itu, "katakan kepadaku, suamiku telah menjual masa

depannya ke seorang miskin yang datang kepadamu untuk meminta nasihat. Ia menerima
10 kopek untuk itu. Aku memintanya untuk membeli masa depannya kembali atau aku
tidak akan tinggal bersamanya lagi. Hal itu membuat suamiku mengeluarkan 1000
rubel. Katakan kepadaku, apakah suamiku memiliki masa depan dan jika iya,
apakah itu berharga?"





Rabi menjelaskan, "ketika
suamimu bersedia menjual masa depannya untuk 10 kopek, masa depannya bahkan
tidak bernilai 10 kopek. Tetapi ketika ia bersedia membelinya kembali untuk
1000 rubel, kau harus tahu bahwa sekarang masa depannya bernilai lebih dari
itu."





Nilai masa depan kita ditentukan
oleh bagaimana kita menilainya.

Admin
Admin
Admin

Male
Number of posts : 577
Age : 29
Location : In My ROomZZ
Registration date : 2007-10-28

Character sheet
games:

View user profile http://fk-unsyiah.forumotion.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum