Sindrom X

View previous topic View next topic Go down

Sindrom X

Post by Satria Perwira on Fri Dec 14, 2007 2:48 am

"Well, sekali-sekali pengen nyumbang artikel nih. Klo lo ada waktu luangm lumayan loh buat artikel. Dapet honor!!. Ga percaya, ini adalah salah satu artikel gue yang dapet honor oleh salah satu dosen di kampus kita..."



Jika Anda sering berkemih dalam jumlah yang banyak, diikuti
dengan banyak minum dan banyak makan disertai dengan tekanan darah Anda yang tinggi; hati-hati,
segera periksakan diri Anda ke dokter karena Anda mungkin menderita Sindrom X
!!.



Banyaknya fastfood
atau restoran cepat saji semakin menjamur di Banda Aceh. Ditilik dari segi
keuntungannya, kita jadi tahu bagaimana rasa makanan yang mungkin jarang atau
bahkan tidak pernah dicicipi oleh lidah kita. Bukan masalah tidak ada gizinya,
justru banyak fastfood mengandung
gizi yang berlebih. Sebaliknya jika kita kurang memperhatikan masalah salah satu faktor atau kombinasi faktor,
antara lain (1) suatu asupan makanan yang berlebih, (2) rendahnya pengeluaran
energi basal, dan (3) kurangnya aktivitas fisik dapat menjadikan Anda untuk
menjadi salah satu dari sekian penderita Sindrom X.



Sindrom X dengan sinonim Sindrom Metabolik atau CHAOS (Australia) merupakan kombinasi dari
kerusakan secara medis dengan peningkatan satu atau lebih resiko untuk
terjadinya penyakit Cardiovaskular (atau jantung dan pembuluh darah) dan diabetes . Sindrom X ini mempengaruhi
jumlah besar masyarakat yang pola hidupnya seperti faktor-faktor yang telah
disebutkan diatas. Studi yang baru-baru ini dilakukan di AS telah menghitung
lebih dari 25% dari penduduk Amerika menderita sindrom X.



Bagaimana Indonesia
dengan DM-nya?


Menurut badan kesehatan
yang menjadi anutan banyak dokter di dunia, WHO menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita
Diabetes Mellitus di dunia!!
. Pada tahun 2000 yang lalu saja,
terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.


Namun, pada tahun 2006
diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14
juta orang, dimana baru 50 persen yang
sadar mengidapnya
dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang
berobat teratur. Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak
menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau
kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat
tentang diabetes terutama gejala-gejalanya


Penyebab dari Sindrom X ini sangatlah kompleks. Kebanyakan
pasien adalah orang tua, kegemukan dan mempunyai riwayat resisten insulin. Namun
jangan salah kira karena banyak dari orang yang masih mengganggap penyakit
diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena
faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua
maupun muda, termasuk Anda.



Sel Endotel &
Sindrom X



Berbagai penelitian menjelaskan bahwa sel endotel merupakan
sel yang melapisi bagian dalam dari pembuluh darah, cairan plasma darah dan
sel-sel otot polos pembuluh darah. Sel endotel berinteraksi langsung dengan
sel-sel otot polos pembuluh darah dan sel-sel darah, serta komponen cairan
plasma darah. Karena rusaknya sel endotel inilah terjadinya DM.



Nah, sel endotel memegang peran penting dalam sistem
keseimbangan tubuh yang terjadi melalui integrasi kerja berbagai zat yang
dikeluarkan oleh sel endotel. Sistem ini mempunyai efek baik terhadap sel-sel
otot polos pembuluh darah maupun sel-sel darah sehingga dapat menimbulkan
berbagai perubahan yang diperlukan.




Karena fungsi sel endotel yang cukup banyak, maka bila terjadi gangguan fungsi
endotel akan berdampak secara keseluruhan. Terjadinya gangguan fungsi endotel
ini disebabkan oleh penyakit antara lain hipertensi, diabetes melitus, dan
hiperkolesterolemi atau dislipidemia. Ketiga penyakit ini sering kali menjadi
faktor tingginya angka kematian.
Gangguan fungsi endotel pada penderita DM bisa menyebabkan komplikasi menahun
dari penyakit ini. Akibatnya, bisa terjadi gangguan pada mata, ginjal, dan
saraf, serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.



Strategi bervariasi telah diterapkan untuk mencegah penyakit
Sindrom X ini berlanjut menjadi komplikasi yang menyeramkan. Hal in itermasuk
olahraga teratur (seperti berjalan kaki) setiap hari selama 30 menit, dan
mendorong pasien untuk melakukan diet yang sehat. Tapi sayangnya, beberapa
studi mengindikasikan bahwa pengukuran ini hanya efektif untuk sebagian kecil
saja karena masih banyak juga penderita yang tidak mematuhi saran yang
dianjurkan oleh dokter. Sampai-sampai, International Obesity Taskforce

menyatakan bahwa intervensi di tingkat sosiopolitik diperlukan untuk mengurangi
perkembangan sindrom X ini di populasi masyarkat. Mulai dari sekarang,
perhatikanlah menu dengan gizi yang seimbang serta olahragalah dengan teratur. Kalau
bukan Anda yang perduli dengan kesehatan Anda, siapa lagi yang perduli?. Tentu
Anda tidak mau berakhir di Rumah Sakit bukan ?

Satria Perwira

Satria Perwira
mahasiswa
mahasiswa

Male
Number of posts : 10
Age : 33
Location : DreamLand
Registration date : 2007-12-14

View user profile http://edemaanasarka.blogspot.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum