MOLA HIDATIDOSA

View previous topic View next topic Go down

MOLA HIDATIDOSA

Post by Admin on Wed Nov 07, 2007 12:40 pm

Mola
hidatidosa
adalah kehamilan yang abnormal di mana hampir seluruh
villi chorialis mengalami degenerasi hidropik.

Istilah awam : "hamil anggur".
Terjadi degenerasi hidropik dari jaringan trofoblas pada usia kehamilan
muda. Kadar B-hCG meningkat sangat tinggi, menyebabkan timbul
gejala-gejala kehamilan muda yang berlebihan.



Pembagian

[-]
mola hidatidosa klasik / komplet : tidak terdapat janin atau bagian
tubuh janin. Ciri histologik, ada gambaran proliferasi trofoblas,
degenerasi hidropik villi chorialis dan berkurangnya vaskularisasi /
kapiler dalam stroma. Sering disertai pembentukan kista lutein (25-30%).

[-] mola hidatidosa parsial / inkomplet : terdapat janin atau bagian
tubuh janin. Ciri histologik, terdapat jaringan plasenta yang sehat dan
fetus. Gambaran edema villi hanya fokal dan proliferasi trofoblas hanya
ringan dan terbatas pada lapisan sinsitiotrofoblas. Perkembangan janin
terhambat akibat kelainan kromosom dan umumnya mati pada trimester
pertama.



Gejala

[-] perdarahan : karena tekanan mola kepada dinding uteri

[-] gejala kehamilan muda berlebih : hiperemesis, hipertiroid, preeklampsia, anemia



Patogenesis

[-] B-hCG meningkat - aktifitas ovarium meningkat (ovarium kistik) - estrogen tinggi
menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B-hCG yang tinggi.

[-] Teori Acosta-Sison : defisiensi protein.

[-] Sitogenetika : mola hidatidosa komplet berasal dari genom paternal
(genotipe 46 xx sering, 46 xy jarang, tapi 46 xx nya berasal dari
reduplikasi haploid sperma dan tanpa kromosom dari ovum). Mola parsial
mempunyai 69 kromosom terdiri dari kromosom 2 haploid paternal dan 1
haploid maternal (triploid, 69 xxx atau 69 xxy dari 1 haploid ovum dan
lainnya reduplikasi haploid paternal dari satu sperma atau fertilisasi
dispermia).



Kelompok risiko tinggi

[-] usia kurang dari 20 tahun

[-] sosioekonomi kurang

[-] jumlah paritas tinggi

[-] riwayat kehamilan mola sebelumnya



Diagnostik mola hidatidosa

[-]
anamnesis : ada kehamilan disertai gejala dan tanda kehamilan muda yang
berlebihan, perdarahan pervaginam berulang cenderung berwarna coklat
dan kadang bergelembung seperti busa.
[-] pemeriksaan fisik : pada
mola klasik, uterus membesar melebihi ukuran usia kehamilan yang
sesuai, tidak teraba bagian janin, tidak ada bunyi jantung janin. Uji
batang sonde (Acosta-Sison / Hanifa) tidak ada tahanan massa konsepsi.
Pada mola parsial, gejala seperti missed abortion, uterus lebih kecil
dari kehamilan.

[-] pemeriksaan penunjang : jika memungkinkan, periksa B-hCG kuantitatif dan USG.

USG gambaran seperti badai salju (snowflake / snowstorm-like appearance). Foto toraks dan kadar T3 T4 dianjurkan.

Pemeriksaan B-hCG :

[+] biologis : Gaili Mainnini, Friedman

[+] tes imunologik : tidak kuantitatif

[+] radioimunoassay : kuantitatif

Hipertiroidisme : B-hCG > 300.000 mIU/ml - mempengaruhi reseptor
thyrotropin - aktifitas hormon-hormon tiroid (T3/T4) meningkat. Terjadi
gejala-gejala hipertiroidisme berupa hipertensi, takikardia, tremor,
hiperhidrosis, gelisah, emosi labil, diare, muntah, napsu makan
meningkat tetapi berat badan menurun dan sebagainya. Gejala ini diobati
dengan propiltiourasil 3 x 100 mg oral dan propanolol 40-80 mg.

Krisis tiroid : hipertiroid tidak terkontrol, disertai hipertermia,
kejang, kolaps kardiovaskular, toksemia, penurunan kesadaran sampai
delirium-koma.



Prinsip penanganan

[-]
perhatikan sindroma yang mengancam fungsi vital (depresi napas,
hipertiroid / tirotoksikosis, dsb), siap resusitasi bila keadaan umum
pasien buruk.

[-] Evakuasi jaringan mola : dilatasi-kuretase dengan hisap (suction) dan kuret tajam.
Suction dapat mengeluarkan sebagian besar massa mola, sisanya dibersihkan
dengan kuret. Dapat juga dilakukan induksi. Pada waktu evakuasi, diberikan oksitosin
untuk merangsang kontraksi uterus dan mencegah refluks cairan mola ke arah tuba.

[-] Pada wanita yang tidak mengharapkan anak lagi dapat dianjurkan histerektomi.



Follow up / pengamatan lanjut pasca evakuasi mola

Kontrol terhadap progresifitas menjadi penyakit trofoblas ganas (koriokarsinoma)

[-] Profilaksis terhadap keganasan dengan sitostatika, terutama pada kelompok risiko keganasan tinggi.

[-] pemeriksaan ginekologik dan B-hCG kuantitatif rutin tiap 2 minggu
pasca evakuasi sampai remisi, sesudah remisi, tetap teratur tiap 3
bulan sampai selama 1 tahun.

[-] foto toraks pada awal terapi, diulang bila kadar B-hCG menetap atau meningkat.

[-] kontrasepsi hormonal aman selama 1 tahun pasca remisi. Sebaiknya
menggunakan preparat progesteron oral selama 2 tahun.

[-] penyuluhan pada pasien akan kemungkinan keganasan



Faktor risiko tinggi / prognostik buruk

[-] B-hCG > 100.000 mIU/ml

[-] kista lutein bilateral

[-] mola berulang

_________________

Admin
Admin
Admin

Male
Number of posts: 577
Age: 26
Location: In My ROomZZ
Registration date: 2007-10-28

Character sheet
games:

View user profile http://fk-unsyiah.forumotion.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum